CERPEN
MAKNA KEHIDUPAN
Karya : Adi Gumelar
Di sebuah perumahan kota yang indah dan mega tinggal sebuah keluarga yang bisa di bilang hidup lebih dari cukup (konglongmerat).Ialah keluarga Pa Yono dan Ibu Lia yang mempunyai seorang anak yang bernama Heri
Di pagi hari yang indah ketika ayah dan ibu mengobrol di ruang makan datanglah Heri yang menghampiri mereka.
‘’Pagi Pa… Pagi Ma…’’ dengan raut muka yang kurang menyenangkan
‘’Kenapa dengan raut muka mu yang malas itu’’ jawab Ayah dengan kasar
‘’Engga Pa…’’ jawab ku dengan malas
‘’Her… ayo kita makan dulu’’ sahut Ibu
‘’Makasih Ma… Heri berangkat dulu’’ sungut nya dengan sinis langsung pergi
Setibanya Heri di sekolah di sambut bahagia oleh teman-temannya.
‘’Hai… Her gimana pagimu’’ sahut teman-temannya
‘’Seperti biasa tak ada perubahan sama sekali’’ sahut Heri
‘’Ayo… kita mengadakan party’’ sahut Heri dengan penuh semangat.
Heri dan teman-temannya berpesta pora minum-minuman keras hal itu terjadi karena rasa pelampiasan Heri terhadap kedua orang tuanya karena mereka lebih mementingkan kepentingan pribadi dari pada aku yang jadi anaknya sendiri.
Karena sudah malam akhirnya Heri pun langsung pulang ke rumahnya. Dan setiba di rumahnya Heri langsung di tanya oleh Ayahnya.
‘’Dari mana kamu Heri..!!’’ Tanya Ayahnya.
‘’Udah Pa Heri cape Heri mau tidur dulu.’’sahut Heri dengan badan sempoyongan.
‘’Kamu minum-minuman lagi…’’ Tanya Ayahnya.
‘’Sudah Pa… jangan urusin urasan Heri lagi.’’ Jawab Heri dengan malas.
‘’Ngomong apa kamu Her..!!!’’ sahut Ayah dengan keras.
Heri tidak menjawab pertanyaan yang dilontarkan oleh Ayahnya dan langsung pergi ke kamar untuk istirahat. Seperti pagi hari biasanya Heri langsung pergi ke sekolah tanpa sarapan dengan kedua Orang tuanya.
Di sekolah Heri menceritakan semua peristiwa kepada Sahabat Perempuannya yang bernama Febby karena Cuma Febby yang bisa mengerti dan memahami perasaannya di kalla suka maupun duka dan Heri langsung menceritakan masalah yang ia alami selama ini.
‘’Febby …. Gini gua ada masalah ni’’ ucapnya Heri.
‘’Emang ada masalah apa Her coba ceritakan barang kali aja gua bisa bantu masalah mu.’’jawab Febby dengan penuh perhatian dan senyuman yang menawan.
‘’Gini… Febby ini masalah tentang Nyokap Bokap gua yang lebih mementingkan pekerjaan dari pada gua.’’ Ucapku pelan-pelan.
‘’Sebenernya kamu salah menafsirkan tentang masalah ke dua Orang tua mu sebenarnya mereka itu sangat sayang kepada kamu Her.. ‘’. ucap Febby dengan lembut dan perhatian.
‘’Sayang apa Febby buktinya mereka lebih mementingkan Bisnisnya dari pada Gua.’’ Ucap ku marah.
‘’Kalau mereka tidak sayang ngapain mereka berdua menyekolahkan kamu sampai saat ini.’’ Ucapnya dengan nada agak tinggi.
‘’Tapi Gua nggak butuh uang yang gua butuhkan sekarang ini ialah kasih sayang dari mereka sejak kecil gua tidak pernah merasakan apa itu kasih sayang.’’ Ucapku tegas
‘’Ya…,sudahlah kalau itu yang menurut mu baik dan penting buat kamu aku hanya bisa memberi dan mengasi nasehat dan semangat apa yang Gua bisa.’’ Ucapnya sambil menatap matanya dengan penuh perhaitan.
‘’Makasih Febby selama ini kamu sudah banyak menolong ku.’’ Ucapku sambil memegang bahu Febby.
‘’Ya… sama-sama selagi Gua masih bisa dan mampu membantu kamu pasti Gua bantu kamu akrena kamu sahabat terbaikku selama ini.’’Ucap Febby
‘’Febby makasih atas semua bantuan kamu yang selama ini kamu berikan kepadaku.’’ Ucapku sambil pergi.
Setelah selesai sekolah Heri langsung pulang kerumah tidak berkeliaran lagi bersama teman-temannya. Setibanya Heri di rumah Heri di sambut oleh Ayahnya .
‘’Sudah pulang Kamu Her….’’ Tanya Ayahnya
‘’Sudahlah Pa.. Heri kan baru pulang jangan di tanya apa-apa dulu.’’ Sahut Ibunya
‘’Pa.. minta uang …’’ Ucap ku.
‘’Emang uang kamu sudah habis , uang yang di kasih Papa minggu ini.’’ Sahut Ayahnya.
‘’Sudah Pa… sekarang cepat mana uangnya..?!’’ Ucapku dengan nada tinggi.
‘’Dasar kamu ..!! kalau minta sesuatu harus yang sopan dasar anak bandel.’’Sahut Ayah marah.
‘’Pa… Heri bisa kaya gini karena Papa sama Mama yang lebih mentingkan bisnis…bisnis… dan bisnis.’’ Ucap ku dengan suara lantang.
‘’Papa sama Mama kaya gini juga semua buat masa depan kamu.’’ Ucap Ayah sambil menunjuk Heri.
‘’Pa… sebenarnya Heri Nggak perlu uang tapi yang Heri perlukan hanya kasih sayang dari kalian berdua kenapa Mama sama Papa Nggak mengerti aku.’’Ucapku sambil menangis.
‘’Kalau begitu maafin Mama sama Papa yang Nggak bisa mengerti kamu.’’ Ucap Mama sambil memeluk Heri.
‘’Aku juga minta maaf sama Mama dan Papa,Aku sudah membangkang semua perintah yang selama ini.’’ Ucap ku menangis di pelukan sang Ibu.
‘’Ya… Sudah yang lalu biarlah berlalu yang sekarang kita jalani dengan baik.’’ Sahut Ayah dengan perhatian.
Akhirnya keluarga Pa Yono dan Ibu Lia pun hidup dengan tentram dan damai karena hidup mereka lebih berarti dan bermakna saling mengerti satu sama lain dan bisa mengatur antara hak dan kewajibannya.Heri pun paham akan arti suatu kehidupan tanpa suatu keluarga.
HIDUP TANPA KASIH SAYANG ITU HAMPA JADI SANYANGILAH ORANG YAMG KAMU SAYANG KARNA SETIAP ADA PERTEMUAN PASTI ADA PERPISAHAN

0 Response to "CERPEN"
Posting Komentar